Breaking News
Home / Cerita sex / CERITA SEX ABG | KEKEJAMAN SEKS YANG NIKMAT

CERITA SEX ABG | KEKEJAMAN SEKS YANG NIKMAT

CERITA SEX ABG | KEKEJAMAN SEKS YANG NIKMAT – Akhir-akhir ini tidak sedikit ditentang kekerasan dalam keluarga, khususnya tindak kekerasan suami pada isterinya. Akupun yang merupakan perempuan semula pula setuju bersama penentangan itu. Namun pengalaman yg kujalani memberikan pandangan lain, saya mampu menerima bahkan amat sangat menikmati kekerasan yg dilakukan oleh suami terhadapku.

58 - 1

Aku ingin membagi pengalamanku ini berdasarkan kenyataan di lapangan, bahwa tak sedikit wanita mengalami kekerasan dari suaminya dan mereka mengadakan penentangan tersebut, baik penentangan itu berupa aksi untuk minta cerai maupun penentangan itu dilakukan bersama trik psikologis saja, karena beliau tidak berdaya. Penentangan, khususnya penentangan secarapsikologis itu malah membuat si wanita menderita tak bersama akan berbuat apa-apa. Pengalamanku ini perlu kubagi, mula-mula karena nyatanya di balik rasa sakit yang tak terperikan itu, ada rasa nikmat yang jauh lebih nikmat daripada hanya melayani suami secara “normal”. Kedua, ternyata tak sedikit juga pasangan suami isteri yang mengalami masalah kelainan ini, baik si isterimaupun si suami tapi lantaran tidak memahami permasalahannya, mereka ambil jalan pintas utk cerai.

Ceiteraku ini kuawali dgn pertanyaan yang kutujukan kepada anda, khususnya pada sesama wanita. Pernahkah anda berharap setiap kala anda menangis menjerit-jerit kesakitan sambil meronta-ronta berkelojotan dgn tubuh berlumuran darah penuh luka? Sama dengan anda, akupun tak pernah mengharapkan, bahkan memikirkan saja tak pernah. Namun nasib membuatku setiap disaatmembiarkan tubuhku disiksa sampai aku hrs menjerit melolong-lolong kesakitan. Namun akhirnya aku sanggup menerima aspek itu, bahkan waktu ini aku dapat menikmatinya, diwaktu ini justruaku yg memintanya jikalau Ifan tak menyiksaku.

Aku benar-benar menjadi ketagihan buat mengalami siksaan yang mendatangkan rasa sakit yang tak terperikan, karena ternyata di balik rasa sakit yang amat teramat, apabila sampai ke tahaptertentu ketahanan kita, justru bisa kita rasakan kenikmatan yang jauh lebih hebat daripada apabila kita melakukannya dengan normal. Pun bagi suami bisa mendatangkan rasa nikmat yang jauh lebih hebat kala tubuh si isteri mengejang keras menahan rasa sakit yang hebat, sebab terhadap disaat itulah vagina si isteri akan menjepit kuat-kuat kemaluan si suami; dan tentu saja ini mendatangkan rasa nikmat yang fantastis bagi suami.

Waktu aku berpacaran bersama Ifan, akupun tak pernah membayangkan akan mengalami nasib spt itu. Ifan penuh perhatian, amat menyayangiku dan selalu memanjakanku. Ia pula punya hridepan yg pasti pun juga sebagai entrepreneur bujang yg sukses. Dia benar-benar laki laki pujaan gadis-gadis, beliau sangat sempurna ga ada cacat sedikitpun, beliau sangat gagah dan ganteng. Akupun hrs bersaing ketat bersama gadis lainnya utk mendapatkannya, sebab itu aku sangat bahagia bisa bersanding di pelaminan dgnnya.

Saya gemetar kala hrs tidur berdua bersama Ifan seusai pesta pernikahandi di tengah malam mula-mula, bagiku tengah malam itu mula-mula kali saya tidur di samping cowok. Tubuhku menggigil &keringat membanjiri tubuhku dikala tangan Ifan sejak mulai menyelinap di balik gaun tidurku & dengan lembut meremas susuku. Mau saya mencegah tangan itu melanjutkan meremas-remas daging lembut di dadaku, tetapi saya sadar bhw saya saat ini yaitu isterinya. Saya pasrah saja diwaktu tangannya mulai sejak mengakses pakaian tidurku & dengan pelan melepas satu persatu pakaianku sampai saya tergolek telanjang bulat di sisinya. Sebenarnya saya malu sekali dirinya menonton tubuhku yang telanjang, tetapi saya menyadari bhw Ifan waktu ini yaitu suamiku, krn itu kubiarkan saja kala bibirnya mulai sejak mengulum puting susuku. Tubuhku bagaikan kena aliran listrik, panas dingin nggak karuan waktu lidahnya sejak mulai menari-nari di susuku, menyebabkan rasa nikmat yang belum sempat kurasakan, lebih-lebih saat selanjutnya tangan Ifan sejak mulai membelai-belai & mengelus-elus kemaluanku bersama terus mulutnya mengulum ke-2 susuku bergantian. Gairah sejak mulai menggelora dalam tubuhku & saya dengan cara mulai sejak menyongsong cumbuan Ifan. tiada lagi rasa malu, gejolak dlm diriku membuatku lupa segalanya, kupagut & kupeluk badan Ifan bersama gemas & liar, & baik mulut ataupun tangan Ifanpun makin liar menjelajahi bagian-bagian yang peka di tubuhku menciptakan gairahku makinmenggelora & saya telah menantikan saat-saat yang membahagiakan kala Ifan sejak mulai menindih tubuhku & salah satu sektor badan Ifan mendesak & menekan mau menerobos tubuhku. Sayamakin liar & ganas memagut & memeluk Ifan, seakan-akan mau seluruh tubuhnya kulumat & kumasukkan ke tubuhku.

Tiba-tiba Ifan mengeluh dulu lemas terkulai di atas tubuhku. Nafsunya yang tadi menggelora membakar dia padam seketika meskipun dirinya masih memelukku erat-erat. Saya yangmengharapkan lebih tidak sedikit lagi darinya seketika ikut mendingin & kembali spt semula. Ifan bersama lemas turun dari atas tubuhku dulu terpekur diam. Ifan mohon maaf atas perlakuannya pdku. Saya sanggup mendalami sepenuhnya jikalau dirinya tetap mengingat Ida, sebab itu saya belai-belai kepalanya dng penuh kasih.
Nyatanya kejadian tsb tidak cuma sekali itu saja. Saya terus sangat bahagia mendampinginya, kecuali dlm satu elemen, tiap-tiap beliau ingin lakukan fungsinya juga sebagai suami tentu mandekdi tengah jalan.

Satu kali dua kali saya tetap dapat menerimanya tetapi sesudah berkali-kali tidak berhasil sebenarnya di hati kecilku mulai sejak tumbuh kekecewaan & kekesalan serta, tetapi seluruhnya hal tersebut kupendam dalam-dalam & tidak kuperlihatkan betapa kecewa hatiku waktu gelora nafsu sedang bergolak naik tiba-tiba hrs dipadamkan. Saya masih mengupayakan kelihatan bahagia,lebih-lebih Ifan makin memanjakan & memperhatikan saya.Seluruhnya factor nyaris tidak boleh kukerjakan, beliau sendiri yang mengerjakan. Saya memang tidak tahu apa yang hrs kuperbuattiap-tiap Ifan memohon maaf pdku tiap-tiap kegagalannya. Walau sebulan telah saya jadi pengantin, saya tetap terus perawan.

Tengah Malam itu kami melihat video porno di kamar tamu & adegan-adegan di film itu menciptakan kami terangsang. Satu persatu baju kami lepas dari badan kami & kami bercumbu di sofa ditempat itu. Tetapi kembali disaat sedang mendaki ke puncak kenikmatan, Ifan melemas lagi. Entah siapa yang mengawali, kami bertengkar & itulah pertengkaran perdana kami sejak kami pacaran. Pertengkaran makin hebat & menciptakan kami lepas kendali hingga dirinya membentak :
“Ika kupukul kau apabila nggak diam!”
Dibentak spt itu bukan membuatku takut, malah saya menantangnya :
“Coba ayo pukul … ayo pukul …” kataku sambil mendekatkan diri
“Ika … kuperingatkan kau …” bentaknya kelihatan beliau memang menahan beram yang luar biasa, wajahnya merah padam, matanya melotot & giginya berkerot-kerot, namun saya nggak takut sama sekali, malah membuatku lebih berani. Barangkali kekecewaan yang sampai kini kucoba utk kusembunyikan hasilnya meledak pula.
“Ayo jika kau lelaki, pukul saya … wong kau sampai kini terbukti bukan lelaki …”

Perkataanku belum selesai diwaktu Ifan tiba-tiba merenggut cambuk hiasan yang menempel di dinding tempat tamu & seolah saya nggak yakin melihatnya, dia mengangkat cambuk itu &
“Auuuughh…” saya melolong keras sekali, tubuhku terasa terbelah jadi dua oleh rasa sakit yang tidak sempat terbayangkan olehku waktu cambuk itu mendera sesuai di dadaku, melibas ke-2susuku tetap melingkar ke punggungku. Kakiku terasa lemah & tidak dapat mempermudah tubuhku, saya jatuh berlutut di karpet. Belum pernah saya membawa nafas kembali saya menjerit sekuat-kuatnya kala Ifan kembali menyabetkan cambuk di tangannya ke punggungku. Gemeretak gigiku menahan rasa sakit yang menyeruak hingga ke seluruhnya tubuhku hingga kepala ini seolah meledak merasakan rasa sakit yang tak ada tertahankan waktu kembali cambuk itu mendera ke-2 susuku konsisten melibas melingkar memotong tubuhku. Limbung saya seketika merasakan rasa sakit yang tidak ada terperikan itu & saya jatuh terguling di karpet. Tampaknya kemarahan Ifan belum turun, belum pernah saya membawa nafas, kembali punggungku serasa terbelah oleh rasa sakit yang seolah meledakkan kepalaku.

Saya tetap berikhtiar menghindar bersama berguling-guling di karpet sambil meringkukkan tubuhku sekecil bisa jadi tetapi Ifan tetap menguber & tetap menyabetkan cambuk itu berkali-kali.
“Aadduuuhhh … huuhuuhuu … aaampuunnnnn … hhentikkaannnnn ….aaaaaaddduhhh … sssaaaakitttttt … hhhhhuuuhhhuuuhhuuuuu …. aaampuuunnnnn ….” saya memohon-mohon terhadap Ifanbuat serta-merta menghentikan mencambuki diriku.
Tiba-tiba Ifan membuang cambuk di tangannya & kukira selesai, namun nyata-nyatanya tak. Ifan dulu menubruk tubuhku yang meringkuk di lantai, ditelentangkannya tubuhku bersama kasar duludirinya menindihku & tangannya bersama keras meremas ke-2 susuku yang luka-luka akibat sabetan cambuk tadi. Saya merintih & menangis kesakitan, rasa sakit akibat cambukan belum habissekarang ini ditambah dengan Ifan yang bersama buas & liar mengulum & menggigit ke-2 puting susuku.

Saya kembali menjerit-jerit kesakitan, namun Ifan malah makin ganas meremas, menggigit & entah terlebih yang dilakukan pd diriku. Waktu kurasakan giginya mengigit puting susuku kuat-kuat,saya meronta-ronta sambil menangis sebab rasa sakit yg tidak tertahankan lagi, hingga saya mau pingsan saja.
Bersama kasar direnggangkannya ke-2 pahaku & kembali terasa milik Ifan berupaya menembus lubang kemaluanku. Ifan bersama liar & ganas menekankan miliknya sambil konsisten menggigit susuku menciptakan saya menangis menjerit-jerit kesakitan. Ifan bukannya reda melainkan bertambah ganas & kuat menekankan miliknya & … krekkkkk … terasa ada sesuatu yang robek dlm lubang kemaluanku.

Saya menjerit pelahan, rasa pedih terasa dlm kemaluanku & saya mendorong Ifan, tapi apalah arti tenagaku melawan Ifan yang spt kesetanan itu. Makin saya mengaduh kesakitan beliau malahmakin kuat & serta-merta mengayun-ayunkan pantat & bidang bawah tubuhnya menciptakan miliknya bergerak ke luar masuk lubang kemaluanku. Rasa nikmat mulai sejak menyeruak di sela-sela rasa sakit yg masihlah mendenyut-denyut di seluruhnya tubuhku, & rasa nikmat itu makin lama makin nyata kurasakan nyaris mengalahkan rasa sakit yang mendera semua tubuhku.

Kupagut badan Ifan yang masihlah konsisten menindih tubuhku sambil meremas & mengulum ke-2 susuku. Ifan makin liar & ganas menggerak-gerakkan miliknya dalam rongga tubuhkumenciptakan diriku melayang-layang di awan kenikmatan hingga pd sebuah ketika beliau merangkulku sekuat-kuatnya sambil membenamkan miliknya sedalam bisa saja & menggerakkan secepatmungkin saja menyebabkan rasa nikmat yang belum sempat kurasakan. Saya melenguh & memagut ia sekuat-kuatnya & kami larut dalam kenikmatan yang tidak ada tara. Tetapi bersamaanbersama itu, rasa sakit yg sangat kembali menyeruak ke otakku hingga kepalaku terasa ingin meledak diwaktu terhadap puncaknya nikmat itu Ifan menggigit puring susuku kuat-kuat.

Tubuhku meronta & mengejang menahan rasa sakit yg sangat & tiba-tiba terasa vaginaku menjepit milik Ifan dgn kuat & Ifan kesusahan menggerakkan miliknya dalam rongga tubuhku. Tetapitampaknya Ifan justru merasakan puncak kenikmatan & terasa cairan hangat menyemprot dari milik Ifan menjadikan rasa sakit yg kurasakan bercampur rasa sakit yg tidak terhingga.

Nyaris pingsan saya merasakannya. Tubuhku lemas seolah tidak bertenaga. Rasa sakit yg mendenyut-denyut menyadarkanku & kutolakkan badan Ifan yg tetap menindihku. Beragam perasaan mengaduk-aduk dalam diriku. Saya beram, terperanjat, menyesal sekaligus pun menyukai bercampur aduk. Geram karena saya tidak menyangka Ifan memukuliku seperti itu. Terperanjat, sayatidak menyangka Ifan yg kebanyakan menyayangiku tiba-tiba beralih jadi setan iblis yg berbuat sekasar itu. Menyesal, kenapa Ifan hingga berbuat seliar itu memperkosaku, padahal sayamengharapkan diperlakukan bersama lembut & hangat. Tetapi saya pun menyukai, nyata-nyatanya Ifan nggak impoten seperti yg kutakutkan; & saya pula suka mampu mempersembahkan keperawananku terhadap suamiku.

Saya menangis tersedu-sedu, tak saja oleh beraneka ragam rasa yg mengaduk-aduk perasaanku seperti yg kuceriterakan diatas, namun serta oleh rasa sakit yg mendenyut-denyut di sekujur tubuhku. Rasa sakit seakan-akan menyentak-nyentak dari second cambukan di punggung & dada, & second gigitan Ifan di puting susuku. Pun ada rasa perih di selangkanganku.
Rupanya isak tangisku menyadarkan Ifan yg tetap tergolek lemas sesudah kutolakkan dari atas tubuhku. Dgn langsung dirinya memelukku & memohon-mohon maaf padaku sambil ikut menangis.

Semula saya masihlah beram & kutolakkan tangannya yg ingin memelukku. Tetapi Ifan memang lah menangis tajir anak mungil, dirinya memohon-mohon maaf & berjanji tidak dapat berbuat kasar lagi kepadaku. Hasilnya luluh pun hatiku & saat entah ke berapa puluh kalinya dirinya memohon maaf, dgn pelan kuanggukkan kepalaku & kubiarkan tangannya memelukku. Dia teramat suka sayamemaafkannya, dgn serentak dirinya bangkit & menuju kotak P3K. Diambilnya obat & kapas. Ifan kembali jadi Ifan yg tatkala ini kukenal, kembali lembut & penuh kasih sayang. Bersama tetapmemohon-mohon maaf juga berjanji tak ingin memukulku diambilnya handuk & dibasahinya bersama air hangat. Disekanya tubuhku yang penuh dgn bilur-bilur, sekian banyak di antaranya hinggamengeluarkan darah.

Saya merintih dikala luka-luka secon cambukan itu kena handuk basah. Rasa pedih yg amat sangat teramat menyentak-nyentak hingga ke otakku, terlebih sesudah diusap dgn obat luka yg amat sangat pedih kurasakan. Saya terkecuali merintih, namun menangis sambil mengaduh kesakitan.
Tiba-tiba kurasakan tangan Ifan gemetar & matanya yg tadi lembut beralih jadi ganas, kembali seperti waktu tadi dirinya memperkosaku. Saya makin meringis kesakitan sambil mengaduh keras-keras saat tangannya yg mengusapkan obat yg teramat pedih ke susuku tiba-tiba mencengkeram ke-2 susuku dgn kuatnya. Saya meronta-ronta namun Ifan terlihat telah lupa diri. Bersama kasarke-2 tanganku yg berikhtiar menutupi ke-2 susuku dipegangnya & ditekan ke atas kepalaku. Bersama ganas & liar kembali bibirnya mengulum puting susuku yg masihlah sakit, menciptakankumenjerit kesakitan.

Jeritanku, rontaanku malah membuatnya makin ganas, tak saja dirinya mengulum ke-2 puting susuku, tapi dia menggigitnya keras-keras membuatku makin keras menjerit-jerit kesakitan sambil meronta-ronta berontak mau lepas dari tindihannya. Tapi Ifan justru makin liar & ganas. Kepalanya tetap turun dari dadaku, menjelejahi perutku, dulu saya tidak tahu bagaimanakah melukiskan rasanya diwaktu kurasakan lidahnya menyentuh kelentitku, sementara ke-2 tangannya saat ini meremas-remas susuku sekuat-kuatnya. Rasa nikmat bercampur rasa sakit membuatku makinmeronta-ronta.

Saya makin menjerit-jerit histeris, nggak tahu apakah jerit kesakitan atau jerit kenikmatan diwaktu kurasakan kelentitku dihisapnya kuat-kuat maka nyaris seluruhny masuk ke dalam rongga mulutnya & kurasakan lidahnya bergerak licah kesana-kemari mempermainkan kelentitku yg ada dalam mulutnya di sela-sela gigi-giginya. Tetapi setelah itu saya memang menjerit kesakitan, bahkan hingga meraung-raung disaat kurasakan gigi-gigi Ifan menggigit & mengunyah kelentitku. Saya memang lah merasakan rasa sakit yg sangat luar biasa. Makin saya menjerit makin buas punIfan menggigit & mengunyah kelentitku.

Saya telah nyaris pingsan disaat Ifan menghentikan gigitan & kunyahannya di kelentitku. Dirinya kembali beralih jadi binatang buas yg mengerikan. Bersama kasar direnggangkan ke-2 pahaku &kembali beliau menindihiku sambil memasukkan miliknya dalam kemaluanku. Saya meronta-ronta sekuat-kuatnya sebab sambil menggerakkan miliknya ke luar masuk dalam lubang kemaluanku,waktu ini mulut Ifan kembali menggigit & mengunyah-ngunyah ke-2 puting susuku dengan cara bergantian. Makin kuat saya meronta, makin keras saya menjerit & menangis kesakitan, Ifan makinganas pun hingga hasilnya terasa badan Ifan menekan tubuhku sekuat-kuatnya & giginya yg tajam terdengar bergemeletuk menggigit puting susuku hingga saya meronta sekuat-kuatnya & terasa kembali cairan hangat menyemprot ke dalam lubang kemaluanku. Ada rasa nikmat tetapi rasa nikmat itu masihlah terkalahkan oleh rasa sakit yg tidak ada tara.

Kami tergolek lemas, tenagaku memang lah telah habis, tidak kuasa saya menggerakkan ujung jariku saja. Kubiarkan Ifan masih terbaring menindihi tubuhku. Saya menangis tersedu, tak saja oleh rasa sakit yg tetap mendenyut-denyut dari seken cambukan punggungku & second gigitan Ifan di ke-2 susuku, melainkan lebih oleh rasa sakit hati & kecewa. Betapa Ifan yg kucinta sepenuh hati & mau kuserahkan segenap hidupku, jiwa ragaku, kok tega berbuat sekasar itu kepada diriku.

Mendengar tangisku, Ifan tampaknya tersadar & dgn langsung meloncat dari atas tubuhku. Saya mampu bernafas lega karena dirinya telah tak menindihku lagi. Ifan nampak melotot memandangi tubuhku yg telanjang & darah meleleh dari ke-2 puting susuku yg luka akibat gigitannya. Ifan tersadar & kembali menangis memohon-mohon ampun & saya yg masihlah lemas tidak dapat menolak tangannnya yg mengusap-usap ke-2 putingku yg luka,walau sebenarnya saya mau beram & tidak sudi disentuh. Tetapi mulutku tidak dapat menahan aduhanku dikala Ifan membersihkan darah ygsejak mulai mengering dari puting susuku. Perdana Ifan bersama hati-hati membersihkan darah dari seputar puting susuku, tapi lama-lama disaat mendengar rintih kesakitan dari mulutku, tangan Ifan makin kuat mencengkeram ke-2 susuku. Tentu saja saya merintih lebih keras sambil meronta-ronta.

Kemudian Ifan makin ganas meremas-remas & mencubit puting susuku, bahkan memilin-milin puting susuku yg luka itu maka terasa darah kembali merembes ke luar membasahi tangan Ifan. Akibatnya saya makin meronta-ronta & rtintihan kesakitanku makin keras & Ifanpun makin liar, makin ganas & makin buas memperlakukan saya yg telah nggak sanggup melawan lagi. Kala rasa sakit tidak dapat kutahan lagi, saya meronta-ronta sambil menjerit-jerit kesakitan tapi justru perihal itu makin menciptakan Ifan makin buas & liar. Ditelentangkan kembali saya ygmengusahakan telungkup supaya ke-2 susuku selamat dari remasannya, dulu direnganggkannya ke-2 pahaku & beliau telah di atas tubuhku. Bersama ganas & liar beliau kembali menyetubuhiku, sambil mulutnya mengulum, menggigit & mengunyah ke-2 susuku dengan cara bergantian. Saya cuma sanggup meronta & menjerit kesakitan, tapi Ifan makin liar & serentak hingga hasilnya diamengigit putingku sekuat-kuatnya saat dirinya mencapai puncaknya & akupun menjerit sekeras-kerasnya dikarenakan menahan rasa sakit yg tidak terperikan.

Rasa sakit yg amat sangat teramat menjadikan tubuhku mengejang & akibatnya kembali milik Ifan terjepit kuat oleh vaginaku yg menegang & mengencang dikala saya menahan rasa sakit ygteramat teramat. Ifan kesusahan menggerakkan miliknya sebab kuatnya jepitan vaginaku. Tapi hal tersebut justru menciptakan Ifan makin kuat menekan & menarik miliknya sambil dari mulutnyayg menggigit puting susuku pula ke luar erang kenikmatan, hingga hasilnya kembali terasa cairan hangat menyemprot ke dalam vaginaku. Rasa sakit yg teramat amat menciptakan pandanganku gelap & saya tidak ingat apa-apa lagi.
Saya tersadar dari pingsanku diwaktu kurasakan rasa sakit berdenyut-denyut dari dadaku & saat kubuka mataku, Ifan nampak membersihkan darah yg makin tidak sedikit merembes membasahike-2 bukit susuku. Mendengar desis kesakitanku, terasa tangan Ifan meremas susuku makin kuat. Elemen ini menciptakan saya kembali mengerang kesakitan sambil meronta.

Tampaknya erang kesakitanku kembali merangsang Ifan, beliau makin kuat meremas-remas susuku, dulu kembali beliau mengulum, mengunyah & menggigit ke-2 susuku, menjadikan saya kembali menjerit-jerit kesakitan. Tapi perihal ini justru menciptakan Ifan bertambah ganas & kembali dia dgn liar & ganasnya naik ke tubuhku & saya cuma mampu menangis menjerit-jerit kesakitan kalabeliau mengayun-ayunkan pantatnya diatas tubuhku & mulutnya mengunyah & mengigiti ke-2 puting susuku. Kembali rasa sakit yg amat sangat amat menciptakan tubuhku mengejang menahan rasa sakit & kembali milik Ifan terjepit vaginaku sekuat-kuatnya hingga beliau nggak sanggup bersama gampang menggerak-gerakkan miliknya ke luar masuk milikku.

Saya masihlah tergolek lemas tidak kuasa menggerakkan sedikitpun seluruh anggota tubuhku saat Ifan terpaksa bertolak ke kantor lantaran cuti bln madunya habis. Beliau mesti bertugas ke luar daerah selagi seminggu. Beliau kelihatan sangat khawatir & sebenarnya tak akan bertolak, namun bossnya di kantor sudah meneleponnya. Dikala dapat bertolak kembali Ifan menangis tersedu-sedu meminta maaf. Meskipun di satu segi hatiku saya sangat beram & menyesal kawin dengannya yg memperlakukan saya dgn liar & ganas hingga saya menderita rasa sakit yg ga ada terperikan,tapi di segi relung hatiku lainnya saya terus mencintainya bersama tulus. Hasilnya saya menganggukkan kepala sambil membelai-belai kepalanya yg tersedu-sedu di dadaku, dikala dirinya kembalidgn pandangan mata yg sangat memelas meminta maaf. Saya mengupayakan tersenyum waktu menganggukkan kepalaku, & mendorongnya utk berangkat bekerja. Hasilnya baru Ifan ingin pergike kantor.

Sepeninggal Ifan saya tercenung sendirian. Tubuhku masihlah sakit seluruhnya stlh semalaman nggak tahu berapa kali kami bercinta. Di satu segi saya merasa bahagia krn nyatanya Ifan takimpoten seperti yang sampai kini kupikirkan sebab sebulan sesudah pernikahan saya tetap perawan; namun di sudut lain saya sejak mulai khawatir kenapa gairah Ifan justru terangsang dikalasaya merintih kesakitan & makin ganas & liar saat saya menangis meronta kesakitan? Jangan-jangan … saya tidak berani menyambung andai-andai dalam pikiranku.
Kusibakkan selimutku & saya yang tetap telanjang dengan tertatih-tatih terjadi menuju ke muka cermin. Rasa sakit yang teramat pedih terasa di selangkanganku. Kala saya berdiri di muka cermin, kelihatan tetap ada darah mengering di pangkal pahaku.

Menyaksikan itu saya bangga dikarenakan saya dapat mempersembahkan keperawananku terhadap Ifan yang sangat kucintai. Namun diwaktu mataku terarah ke bayangan tubuhku yangtelanjang, saya bergidik ngeri. Masihlah tampak terang bilur-bilur merah lanjut umur malang melintang di sekujur tubuhku second cambukan tadi tengah malam; & serta kelihatan sekali gigi-gigi Ifan masihlah membekas di ke-2 puting susuku & daerah di sekitarnya. Luka-luka itu masihlah merembeskan darah & rasa sakitnya tetap mendenyut-denyutterasa teramat menyakitkan.
Kembali saya bertanya-tanya. Seribu satu pertanyaan masihlah berputar di kepalaku. Kenapa Ifan justru terangsang hebat stlh mencambuki saya? Kenapa disaat saya meronta sambil menangis menjerit-jerit kesakitan justru Ifan menubrukku dengan ganas & hasilnya sukses merobek selaput keperawananku? Kenapa sesudah itu dikala membelai tubuhku yang sakit & saya merintih kesakitan justru gairah Ifan bangkit lagi? Kenapa Ifan makin ganas menggigiti ke-2 susuku hingga saya meronta-ronta & menangis kesakitan? Apakah Ifan …? Pertanyaan itu sengaja tidakkuteruskan lantaran saya takut sendiri dapat jawabannya.

Dengan enggan saya kembali berbaring sambil membawa roti lapis yang tadi telah disiapkan Ifan waktu ingin pergi. Kala memegang roti panggang lapis daging & susu hangat di gelas, saya teringat Ifan, betapa dirinya masihlah menyempatkan menyiapkan makanan itu untukku? Betapa ia penuh penyesalan hingga memangis saat gairahnya sudah mereda & menyaksikan tubuhku yang penuh luka? Tapi mengapa beliau kembali jadi ganas & liar demikian mendengar rintih kesakitanku? Apakah saya hrs mengalami spt ini tiap-tiap melayani Ifan? Kembali saya nggak berani menjawab. Sayatakut membayangkan kenyataan yg terbentang di hadapanku.TAMAT – Cerita sex ABG dan foto bugil memek artis

About admin dua

Check Also

NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU

CERITA SEKS NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU   DOWNLOAD CERITA SEKS NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU …