Home / Cerita sex / CERITA SEX ABG | Cerita Seks Kencan Anak Basket

CERITA SEX ABG | Cerita Seks Kencan Anak Basket

CERITA SEX ABG | Cerita Seks Kencan Anak Basket – kisah ini dimulai saat Saya satu orang anggota cherrleader di sekolahku, kini saya kelas 2 SMA namaku Vanessa, hri sabtu itu disekolahku ada event kontes basket yg melawan SMA 8, di mana pekerjaan yang merupakan cherrleader saya menghibur bersama aktivitas kegiatan & berikan support ke-2 team, seperti biasa kita seluruhnya anggota berpakaian minim.

BCE78W4CAAE5IHX

Dikala di tengah tengah turnamen ada satu pemain cadangan SMA 8 yg sesekali melirikku & menatapku dgn rasa, ia bukannya konsentrasi kepada permainan teamnya melainkan memandangi saya konsisten, dikala babak perdana selesai ia datang menghampiriku buat menggandeng saya bertaaruf sebut saja ia Gilang.

Sesudah kami bertaaruf, dulu kami sempat ngomong sebentar di kantin pada SMA . Sesudah tak berapa saat, tiba2 beliau berbisik ke aku, tuturnya,

“Kamu sangat cantik deh Vanessa..”, sambil mata tertuju kepada belahan dada aku. Muka aku serta-merta merah, kaget & dadaku berdetak sangat kencang.

Tiba2 saja terdengar nada “Prittt…!”, tanda jika babak kedua dapat dimulai, aku segera mengajak dia balik ke arena lapangan.

disaat perjalanan ke arena lapang, kami melintasi kelas2 kosong. Tiba2 dirinya menarik tanganku masuk ke dalam salah satu kelas 3 Fis I, dulu dirinya serentak menutup pintu. Aku cepat tanya padanya.

“Loh Ada apa nih Gilang…, babak kedua telah ingin sejak mulai nih…, anda tak takut kalau dicari pelatih anda?”. dia bahkan tak balas pertanyaanku, melainkan cepat memeluk aku dari belakang, & beliau berbisik lagi padaku.

“Badan kamu tuh sangat bagus Van..”.

Aku tak sanggup berbuat apa2 terkecuali berbalik tubuh & menatap matanya juga tersenyum padanya. Dirinya segera mencium bibirku & aku yg belum sempat berciuman bersama pria, tak dapat berbuat apa-apa terkecuali pasrah memberikan ijin lidahnya masuk ke mulutku.

Sesudah kira-kira 5 menit bercumbu, mulai sejak tangannya meraba & meremas dadaku. Aku pasrah saja padanya, sebab konsisten jelas aku belum sempat merasakan kenikmatan seperti ini. Tangannya masuk ke dalam pakaian cheers no.3-ku, & mulai sejak memainkan puting payudaraku, dulu beliau menyingkapkan bajuku & melepaskan rokku sampai aku tinggal mengenakan Bra & CD saja.

Dulu dia mengakses pakaian basket & celananya, maka dia cuma mengenakan CD saja. Terlihat terang di depanku bahwa “penis”-nya telah tegang di balik CDnya. Beliau memegang tanganku & menuntun tanganku ke dalam CDnya.

Aku merasakan “penis”-nya yg agung & tegang itu & dia memintaku utk meremas2 penisnya. Dia memaksaku utk mengakses CDnya, sesudah aku terhubung CDnya, kelihatan terang penisnya yg telah ereksi.

Gede pun pikirku, nyaris sejengkal tanganku kira-kira panjangnya. Baru kali ini aku menyaksikan kemaluan pria dengan cara segera, rata-rata aku cuma menonton dari film biru saja apabila aku diajak nonton oleh kawan-kawan dekatku.

Saat aku tetap terpana menyaksikan penisnya, beliau melepas Bra & CDku, pasti saja dgn sedikit bantuanku. Sesudah dirinya menyingkirkan baju dalamku, badannya yg tinggi & atletis sebagaimana yang merupakan seseorang pemain basket itu.

Menindih badanku diatas meja kelas & dia sejak mulai menjilati puting payudaraku hingga aku memang menggeliat keenakan, kurasakan basah kepada bibir kemaluanku, aku baru tahu bahwa inilah yg bakal berlangsung padaku jika aku memang terangsang.

Dulu tangannya yg kekar itu sejak mulai meraba bibir kemaluanku & sejak mulai memainkan clitorisku sambil sesekali mencubitnya. Aku yg memang lah terangsang tak mampu berbuat apa-apa terkecuali mendesah & menggeliat diatas meja.

Lumayan lama dia memainkan tangannya di kemaluanku, dulu dirinya mulai sejak menjilati bibir sektor bawah kemaluanku dgn nafsunya, tangan kanannya tetap memainkan clitorisku. Tak lama aku berkukuh terhadap permainannya itu, kira-kira 5 menit selanjutnya, aku merasakan darahku naik ke ubun-ubun & aku merasakan sesuatu kenikmatan yg amat sangat fantastis, badanku meregang & aku merasakan cairan hangat mengalir dari liang kemaluanku.

Gilang tidak dengan ragu menjilati cairan yg ke luar sedikit demi sedikit itu dgn nafsunya hingga cuma air liurnya saja yg membasahi kemaluanku. Badanku terasa lemas sekali, dulu Gilang duduk dipinggir meja & memandangi wajahku yg telah basah bermandikan keringat.

Dia berbicara padaku sambil tersenyum, “Kamu terlihat capek banget ya Van…”. Aku cuma tersenyum. Beliau membawa pakaian basketnya & mengelap cucuran keringat terhadap wajahku, aku memang salut padanya,

“Baik bangetttt nih cowok”, anggapanku. Seperti telah mengerti, aku berlutut di hadapannya, dulu mulai sejak mengelus2 penisnya, sambil sebentar2 menjilati & menciumnya, aku serta tak tahu dengan cara apa aku sanggup bereaksi seperti itu, yg ada di pikiranku cuma membalas perbuatannya padaku, & trik yg kulakukan ini sempat kulihat dari salah satu film yg sempat kutonton.

Gilang cuma meluruskan badannya ke belakang sambil menimbulkan suara2 yg malah semakin membuatku mau memasukkan penisnya ke dalam mulutku, tak berapa lama setelah itu aku memegang ujung kepala kemaluannya itu & mulai sejak mengarahkan nya masuk ke mulutku.

Terasa benar kepala penisnya itu mencapai dinding leherku, dikala nyaris seluruh sektor batang kemaluannya masuk ke mulutku, dulu aku mulai sejak memainkan penisnya di dalam mulutku, terasa benar kemaluanku sejak mulai mengeluarkan cairan basah lagi.

Tanda seandainya aku telah memang lah terangsang padanya. Kira-kira 5 menit aku laksanakan oral sex terhadap Gilang, tiba-tiba tubuh Gilang yg telah basah dgn keringat itu mulai sejak bergoyang-goyang keras sambil beliau bicara,

“aarghh…, Aku udah gak tahan lagi nih Van…, Aku ingin keluarr…”.Masukan Anumu ke Anuku Serentak

Aku yg tak memang memerhatikan omongannya itu masihlah saja konsisten memainkan penisnya, hingga kurasakan cairan hangat kental putih & agak asin ke luar dari lubang kemaluan Gilang, aku serentak mengeluarkan penisnya itu & seperti kesetanan, aku malah menelan cairan spermanya, & malah menghisap penisnya hingga cairan spermanya memang lah habis.

Aku duduk sebentar di bangku kelas, & kuperhatikan Gilang yg tiduran di meja sambil coba memelankan irama nafasnya yg terengah-engah. Aku cuma tersenyum padanya, dulu Gilang bangun & menghampiriku.

Beliau pula cuma tersenyum padaku. Lumayan lama kami berpandangan bersama kondisi bugil & basah berkeringat.

“Kamu kece & baik banget Van”, tuturnya tiba-tiba. Aku cuma tertawa mungil & sejak mulai mencium bibirnya. Gilang membalas dgn nafsu sambil memasukkan tangannya ke dalam lubang kemaluanku. Lumayan lama kami bercumbu, dulu beliau bicara,

“Van…, boleh nggak Aku emm…, itumu…”.

“Itu apa Lang?”, bertanya aku.

“Itu…, musim anda gak tahu sih?”, balasnya lagi. sebelun aku menjawab, aku merasakan kepala batang kemaluannya telah menyentuh bibir kemaluanku.

“Crestt.., creest”, terasa ada yg robek dalam kemaluanku & sedikit darah ke luar. Setelah Itu Gilang bicara,

“Van anda nyatanya tetap perawan!”, aku cuma mampu tersenyum & merasakan sedikit perih di kemaluanku terasa agak serat saat setengah kemaluannya masuk ke vaginaku.

Digerak-gerakan perlahan batang kemaluannya yg agung namun sesudah agak lama entah kenapa rasa sakit itu hilang & yg ada cuma ada rasa geli, nikmat & nikmat saat Gilang menggoyangkan badannya maju mundur pelan-pelan aku tak tahan lagi seraya mendesah mungil keenakan.

Setelah Itu makin segera saja Gilang memainkan jurusnya yg maju mundur sesekali menggoyangnya ke kiri ke kanan, & dipuntir-puntir putingku yg pink yg makin membuatku menggelepar-gelepar seperti ikan yg dilempar ke daratan.

Keringat telah membasahi tubuh kita berdua. Aku sadari jikalau dikala itu aksi kita berdua mampu saja dipergoki orang, namun aku rasa kemungkinanya mungil sebab kelas itu agak terpencil.

“Ahh~ ahh~ ahh”, aku mendesah bersama nada mungil lantaran takut kedengaran orang lain. Kulihat wajah Gilang yg menutup matanya & terenggah-engah nafasnya. Pass lama serta Gilang main-main denganku, memang lah benar kata orang jika atlet itu kuat dalam bersenggama.

“Ahh~ aww~ aww”, geli dalam lubang kemaluanku tak tertahankan. Tiba-tiba kurasakan sesuatu yg lain yg belum sempat kurasakan, cairan hangat kurasakan ke luar dari dalam vaginaku. Oh, itu bisa saja yg kata orang mencapai orgasme pikirku.

Badanku terasa rileks sekali & mengejang. Mulutku ditutup oleh Gilang barangkali beliau takut jikalau aku mendesah terlampaui keras. Meja kelas yg agak lanjut usia itu bergoyang-goyang sebab ulah kita berdua. Aku tetap merasakan macam mana Gilang mengusahakan buat mencapai puncak orgasmenya, dulu dirinya duduk di bangku & menyuruhku buat duduk di kemaluannya.

Aku menurut saja & pelan-pelan aku duduk di kemaluannya. Gilang memegang pinggulku & menaik-turunkan diriku. Aku belum sempat aku merasakan kenikmatan yg seperti ini. Aku mendesah-desah & Gilang makin semangat untuk menarik saya naik turun.

Dulu tubuh Gilang mengejang & bicara,

“Van aku ingin keluarr”, kini malah giliranku yg semangat memacu kegiatan tubuhku supaya Gilang dapat juga mencapai klimaksnya, tetapi lama Gilang mengeluarkan penisnya & terdengar dirinya mendesah panjang,

“Ahh Van…, Aku keluar”.

Kulihat air maninya berceceran di lantai & sebahagian ada yg di meja. Dulu kami berdua duduk lemas bersama saling berpandangan. Dia berbicara,

“Kamu nyesel yah Van?”, aku menggeleng sambil bicara,

“Nggak kok Lang…, sekalian untuk pengalaman bagiku.”

Aku teringat jika beberapa orang diluar kelas amat sangat tidak sedikit yg menyaksikan turnamen, dulu aku buru-buru mengenakan baju & menyuruh Gilang serta buat memasang pakaiannya. Sebelum ke luar dirinya tanya padaku,

“Van kapan kita dapat ‘begituan’ lagi?”, & aku menjawab “Terserah anda Lang”. “Tapi kelak sesudah kejuaraan selesai anda tunggu Aku yah di pintu gerbang dulu kelak kita jalan jalan..”, Dirinya tersenyum & mengangguk dulu kami berdua ke luar kelas & sengaja berpisah.

About admin

Check Also

NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU

CERITA SEKS NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU   DOWNLOAD CERITA SEKS NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU …