Home / Cerita sex / Gina Mantan Pacar Ku yang Sudah di Peristri Orang

Gina Mantan Pacar Ku yang Sudah di Peristri Orang

CERITASEXABG | CERITA SEX – Namaku Renaldy, umurku saat ini 25 tahun, aku bekerja di sebuah perusahaan swasta, jabatanku sebagai junior manager promotion and marketing untuk perusahaanku, tinggi badanku sekitar 173cm, dan berat badanku 75kg dan aku memiliki kulit sawo matang, hobyku bermain futsal dan menjadi salah satu tim inti di club tempatku bekerja saat ini.

5s
Ini adalah kisahku yang baru ku alami belum lama ini, 21 Agustus 2016 pagi itu aku landing di ibukota tercinta pukul 13.00 WIB, setelah melaksanakan tugasku dari Medan untuk kepentingan kantor. Aku berjalan dengan sangat bersemangat membawa tas ranselku menyusuri koridor terminal 1A bandara terpadat di Indonesia Soekarno- Hatta, saat itu aku berjalan menuju tempat parkir mobilku. Tanpa ku sengaja karena jalanku yang begitu cepat, aku menabrak bahu bagian belakang seorang wanita yang berada di depanku , aku menoleh dan melihat ke arah wanita itu, ku ucapkan “maaf” kepadanya, namun saat itu pula aku bagai tersambar petir, karena sosok wanita yang ku lihat adalah Gina (Gina adalah mantan kekasih dan cinta pertamaku saat SMA dulu, Gina berpostur tubuh sangat ideal bagiku, dengan kulit putih mulus dan berdada montok, dengan tinggi semampai, dan bibir tebal yang sensual serta parasnya yang cantik sangat membuatku tergila- gila padanya). Kulihat dengan jelas mimik wajah Gina saat itu, dia seakan kaget melihatku menabraknya, setelah melihatku dia berusaha untuk segera pergi dari hadapanku, namun langsung ku raih pergelangan tangannya agar tidak pergi meninggalkanku, dan aku berkata padanya :

Aku : Gina, maaf aku benar- benar tidak sengaja menabrakmu tadi, aku berjalan dengan cepat menuju tempat parkir, aku tidak tahu kamu sedang berdiri disini, dan aku tidak tahu kalau ini adalah kamu.
Gina : ga pa pa kok (dengan nada dingin ia menjawab).
Aku : Nin, kamu mau kemana dan darimana? (tanyaku).
Gina : ga dari mana- mana dan ga mau kemana- mana (jawabnya dengan nada yang masih dingin).
Aku : Nin, aku benar- benar minta maaf atas kejadian ini tadi, dan juga kejadian yang dulu, aku benar- benar minta maaf Nin semua kesalahanku yang aku perbuat padamu.

(dulu saat SMA aku dan Gina merupakan sepasang kekasih yang saling mencintai, 3 tahun kami berpacaran, hingga akhirnya kami lulus dan kuliah di universitas yang berbeda, saat itu hubungan kami menjadi tidak karuan, walaupun status kami masih berpacaran, ketika 3 tahun 7 bulan kami berpacaran Gina memutuskanku, dengan alasan dia tidak tahan dengan hubungan kita yang ga jelas, ditambah saat itu Gina tahu kalau aku sudah dijodohkan dengan wanita pilihan orang tuaku, anak rekan kerja ayahku, tanpa banyak penjelasan yang dapat aku katakan padanya, kami akhirnya berpisah tanpa ada komunikasi lagi sampai saat ini).
Gina : kamu tau ga aku sebel banget sama kamu (Gina mulai membuka perbincangan). Kamu bener- bener ga tegas, sampai aku dapet informasi langsung dari wanita yang mengaku sebagai tunanganmu, dia ngomong kalau kamu sama dia ternyata uda dijodohin, kenapa kamu ga ngomong langsung ke aku dan ga ngasih penjelasan apapun ke aku sampai detik ini (bentaknya kepadaku).

Aku : Nin, aku bias jelasin, tapi jangan di pinggir jalan gini, ayo kita ngomong baik- baik di tempat yang enak, kita ke food cetera aja yuk sambil makan, aku laper nin (bujukku).
Gina : enggak, aku mau pulang ini lagi nunggu bus damri, lagian kita juga uda ga ada hubungan apa- apa, ngapain aku harus denger penjelasanmu, uda basi (jawabnya ketus).
Aku : aku tahu ini semua uda basi, namun setidaknya aku mau menjelaskan semua alasanku padamu tentang semua yang uda basi ini, biar kamu ga salah paham dan terus membenciku seumur hidupmu, please denger kata- kataku dulu Nin. Ga enak kalau aku jelasin di sini di lihat banyak orang.
Gina : O.K tapi ga lebih dari 15 menit, aku ga ada waktu banyak buat kamu.
Aku : siap Nin..

Setiba di Food Cetera kami duduk berhadapan, dan mulai kuceritakan semua alasanku kenapa aku diem aja selama ini,
Aku : saat itu aku kaget waktu, aku tahu kalau aku dijodohin sama Tika anak temen bapakku, semua berjalan secara sepihak dari orang tuaku, dan yang bikin aku ga bisa berbuat apa- apa adalah bapakku mengancamku untuk tidak mau lagi menjalani kemmo therapy penyakit kanker yang dialaminya kalau aku tidak menyetujui perjodohan ini, saat Tika mendatangimu dan memberi tahu padamu kalau dia sudah bertunangan denganku, sebenarnya itu tidak benar, kami belum bertunangan, karena aku belum memutuskan untuk mau menerima keadaan ini, dan karena aku masih sangat mencintaimu Gina. Aku ga berani ngomong apa- apa ke kamu dan menerima keputusanmu untuk putus dari aku, karena aku ga mau banyak menyakitimu dengan keadaanku. Sampai akhirnya kuputuskan untuk menerima pertunangan itu karena alasan bapakku, 4 tahun berjalan pertunanganku dengan TIka berjalan sangat tidak sehat, dia wanita yang sangat agresif dan protektif, hubungan kami sangat tidak akur banyak diwarnai pertengkaran- pertengkaran, dan kami akur hanya saat kami berhubungan badan saja, ya Tika adalah wanita yang melepas keperjakaanku dan aku yang melepas keperawananya, karena saat itu kami mengira kami akan menikah, Tika sangat terobesi kepadaku dia sangat mencintaiku, namun aku hanya membuatnya pelampiasan kekecewaanku akan perjodohan ini, hatiku masih terisi penuh oleh namamu sampai saat ini.
Gina : oh gitu…. (dengan ekspresi datar, dia berkata waktumu ngomong tinggal 7 menit lagi)
Aku : baik akan kuteruskan penjelasanku, di tahun ke- 4 pertunangan kami, bapakku meminta kami untuk segera menikah karena kami telah lulus kuliah, saat itu pula aku makin stress, dengan keadaan hubungan kami yang ga sehat ini, bagaimana bisa kami lanjutkan ke jenjang pernikahan, sampai pada akhirnya aku meminta bapakku untuk menjalani kemmo therapy sampai sehat terlebih dahulu baru kami akan menikah, setahun kemudian bapakku dinyatakan sehat oleh dokter dan saat itu aku sudah bekerja di Jakarta ini selama satu tahun, saat itu bapakku menagih janjiku, dan saat itu pula aku berani memberikan jawaban, jika sebenarnya satu bulan yang lalu aku dan Tika memilih jalan berpisah, karena hubungan kami yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi meskipun kami sudah mecobanya selama 5 tahun ini berjalan, kedua orang tua kami bertemu dan menyetujui pembatalan pernikahan kami. Setelah itu aku mencarimu Gina lewat facebook, namun setelah ku ketahui foto profilmu memakai baju pengantin bersama seorang pria berpakaian Dinas Upacara Besar (PDUB) berlambangkan kelautan di kedua bahunya, langsung terasa sesak dada ini, dan aku mengurungkan untuk mencoba kembali padamu dan menyimpan rasa sayangku ini padamu sampai saat ini. Maafkan aku Gina aku benar- benar minta maaf.

Gina : ya ampun Ren, kasihan juga ya kamu saat itu, pasti kamu benar- benar dilemma, tapi semua uda terlambat, aku juga uda jadi istri orang, walaupun… (Gina mengehantikan perkataannya)
Aku : walaupun apa Gina? Kenapa kamu tiba- tiba diam?
Gina : ow enggak, nggak pa pa ren (jawabnya)
Aku : Nin, kalau kamu ada masalah cerita aja aku siap buat jadi pendegar setiamu, meskipun aku tau aku sekarang bukan siapa- siapa kamu, tapi setidaknya dengan kamu cerita, itu bisa membuat kamu plong dan lega, ga pa pa cerita aja Nin..
Gina : aku sama suamiku lagi di ujung perceraian ren..(sambil menunndukkan kepalanya di atas meja)
Aku : astaga Nin, kenapa kok bisa?
(Gina bercerita panjang lebar saat itu, maaf aku ga bisa ekspos cerita keluarganya karena menurutku ini privasi Gina bersama suaminya).
Hari menjelang sore, di luar hujan turun dengan deras tanpa henti, walaupun sudah satu jam berjalan hujan tidak terlihat akan reda, dan aku memberi tawaran mengantarnya pulang,

Aku : Nin, hujannya ga berhenti- berhenti, aku anter kamu pulang ya, kasihan kalau kamu harus pulang naik bus hujan- hujan gini. ya walaupun mobilku ga bagus-bagus amat tapi kalau buat jalanan banjir tetep bisa nerjang laaah (bujukku kepada Gina)
Gina : kalau ga ngerepotin kamu ya ga pa pa sech, tapi nganternya sampai depan rumah aja ya, dirumah aku sedang ada ibuku soalnya.
Aku : okeee… tunggu sini ya aku ambil mobil dulu…
Diperjalanan menuju rumahnya Gina melanjutkan cerita tentang keluarganya yang di ambang perceraian, sembari menangis terisak- isak di dalam mobilku. Sampai ia berhenti menangis, Lalu aku bertanya padanya,
Aku : Nin, kamu yakin pulang dengan keadaan mata sembab gini? Nanti kalau ibumu nanya gimana?
Gina : iya juga sih ntar malah berabe kalau ibu nanya yang macem- macem, ntar aku dikira habis ditampar suamiku lagi, enaknnya gimana Ren? (Tanya dia kepadaku).
Aku : aku ga bermaksud aneh- aneh ya Nin, tapi ini demi kebaikanmu, gimana kalau kamu istirahat dulu di hotel deket sini? Biar nanti kalau kamu uda ngerasa baikan dan mata kamu uda sedikit mengempis aku jemput kamu lagi buat aku anter pulang?
Gina : terserah kamu aja Ren..aku uda ga bisa mikir…
Setiba di hotel sekitaran Jakarta Barat, aku Check- in salah satu kamar yang cukup luas untuk Gina beristirahat dengan tenang, ku antar dia ke depan kamarnya, dan aku berpamitan, namun sebelum aku melangkahkan kakiku untuk beranjak meninggalkannya Gina bertanya padaku,

Gina : kamu mau kemana Ren hujan- hujan gini?
Aku : palingan aku ke seven eleven deket sini nin, mau ngopi dingin banget soalnya..ntar kalau kamu uda istirahat dan uda mau pulang telpon aja biar aku jemput kamu..
Gina : ngapain ke seven eleven ren, ngopi disini aja aku bikini, toh kamu juga bisa mandi pakai air anget, lihat tuch bajumu basah kuyup gitu pas ngambil mobil di parkiran tadi, uda ayo masuk sini (tangan Gina menggandeng tanganku untuk masuk ke dalam kamar)
Di dalam kamar aku disuruh mandi air anget sama Gina, kuturuti saja dia, toh badanku juga benar- benar menggigil kedinginan akibat baju basahku tadi..pas di kamar mandi aku bener- bener lupa kalau tas ranselku ada di mobil, dari dalam kamar mandi aku teriak ke Gina,
Aku : Nin, bisa minta tolong kamu ambilin bajuku di tas ransel di mobil?
Gina : ah ga ah males ren mau ke parkiran, ini kamu pake kimono aja yang uda di sediain hotel (sembari Gina menyodorkan kimono di sampirkan di pintu kamar mandi)

Aku keluar pakai kimono hotel, tapi agak risih juga soalnya ga pakai celana dalam, karena celana dalamku juga basah kuyup kena hujan, aku duduk di sofa sambil menyeruput kopi yang sudah di bikinin sama Gina. Gina sedanng berkaca melihat matanya yang sembab, dan kaget ketika melihatku sudah duduk di sofa dan Gina berkata,
Gina : ren, kamu ngagetin aja ga denger keluar kamar mandi uda nongkrong di situ aja (sambil melangkah menuju sofa, dan duduk di sampingku)
Aku : nin, aku suayaaaaaaaaaaang banget sama kamu, meskipun aku tau kamu sekarang milik orang lain, tapi aku benar- benar masih menyayangimu nin.

Gina : uda ah, males ngomongin aku uda milik orang lain ren, baru aja aku nangis, masa mau nangis lagi…
Aku : sory..sory ga bermaksud bahas rumah tangga kamu nin..
Gina : iya ga pa pa, aku mau nonton Tv aja lah (sambil menghidupkan Tv melalui remote yang dipegangnya)
Tv menyala dan saat itu Tv yang kami tonton adalah saluran Tv kabel luar negeri dengan film berjudul “friend with benefits” pas ada adegan 17++ Justin Timberlake dan Mila Kunis ternyata nggak disensor sama pihak Tv kabelnya, alhasil dedek.ku tiba merasakan tegang melihat adegan tersebut, tanpa kusadari Gina berkata,

Gina : ih…jorok kamu ren, dedekmu keluar tuh dari belahan kimonomu…
Aku : astagaaaaaa….sory- sory nin aku bener- bener ga ngerti kalau dedekku sampai nyembul keluar gini (aku bener- bener larut dalam adegan film saat itu, segera ku tutupi dedekku dengan bantal sofa).
Gina : yeeeee…. Bisa aja kamu ngeles.nya..bilang aja sengaja di keluarin dari kimonomu… (sambil nonton lagi Tv lagi).
Aku : Gina sumpah gue saying banget sama elu…(kubisikkan kata- kata ini, sembari mendekat ke tubuh Gina)
Gina : ren, jujur sebenernya aku juga masih sayang sama kamu, meski sakit banget waktu kamu ga beri penjelasan apa- apa waktu itu (Gina mendekatkan wajahnya ke wajahku)

Aku : maafin aku sayang (lalu kupagut dagu Gina, dan kukecup bibirnya perlahan)
Kami berciuman cukup lama, saling bertukar lidah hingga air liur kami menyatu (kunikmati detik demi detik mencium bibirnya yang halus, bibir bagian atas dan bagian bawahnya benar- benar lembut, dan di atas bibirnya tumbuh kumis halus tipis- tipis yang semakin membuatku menikmati tiap sentuhan bibir kami berdua. Baru kali ini aku menikmati bibir indah Gina, karena dahulu ketika kami berpacaran kami masih polos) kutarik perlahan badan Gina agar condong ke pelukanku, dan ku berkata,

Aku : Gina, maaf saat aku bernafsu, aku akan benar- benar gila…
Gina : maksud kamu ren?
Aku : jujur selama ini aku terobsesi dengan fillm porno, aku sering membayangkanmu beradegan sex bersamaku seperti dalam film- film itu..
Gina : adegan seperti apa yang kamu mau ren?
Aku : aku selalu membayangkan bisa bercinta deep throat, anal, cum in face, cum in mouth dan semua gaya sama kamu nin.
Gina : he. em ren kamu bisa nyatain itu semua sekarang, karena sekarang aku sepenuhnya nyata ada di hadapan kamu, aku juga ngerti apa yang kamu maksud tadi, karena suamiku juga sering ngomong hal yang sama kayak kamu, tapi aku sama suamiku belum pernah nyoba, karena setelah di kasih tau arti- artinya istilah itu sama suamiku aku ngerasa jijik. Tapi saat ini aku pengen nyatain itu sama kamu Renaldy sayang…

Aku : benarkah kamu mau Ginaku sayang???
Gina : iya ren, jadikan aku kenyataan mimpi- mimpimu selama ini sayang…

Kami berdua berciuman kembali dan mulai tanggalkan pakaian Gina satu- persatu hingga kulihat payudaranya yang kukira berukuran 36D, besar memang payudara Gina meski agak kendor (akibat Gina sudah memiliki satu anak) namun tetap kenyal kurasakan dalam remasan kedua tanganku, mulai kupilin- pilin kedua pentilnya yang berwarna coklat muda, dan mulai kukenyot perlahan dan kumainkan lidahku, tetes demi tetes air liurku menetes akibat semakin lahapnya aku menggado pentil Gina, sampai Gina melenguh keenakan menerima permainanku pada putingnya yang semakin basah oleh iar liurku dan semakin mancung akibat terangsang, tangan Gina mencoba meraih tali kimonoku dan melepaskannya, setelah terlepas tali kimonoku, Gina yang sudah merasakan suhu tubuhnya memanas langsung merebahkanku dan gantian menjilati putingku dan seluruh dadaku dengan lidahnya, Gina mencoba menjilati seluruh bagian depan badanku memandikan badanku dengan air liurnya, ia beralih menuju ke ketiakku di lahapnya kedua ketiakku dengan ciuman- ciuman lembutnya, tak henti sampai di situ ia menuju pusarku di celup- celupkan lidahnya pada lubang pusarku sampai lubang pusarku penuh dengan liurnya, lalu ia mencoba meraih dedekku dengan bibirnya, ia cium- cium dedekku dan berkata,

Gina : ren, punyamu lebih besar dibanding punya suamiku..
Aku : kok billangnya “punyamu” sech nin, berbahasa Indonesia-lah dengan baik dan benar candaku…
Gina : eum..iya maksudku kontolmu lebih besar di banding punya mas pras suamiku Renaldy sayang, aku isep ya say…(sembari memasukkan kontolku ke dalam mulut sexy.nya)

Di maju mundurkan mulutnya di kontolku,dan ku raih kepalanya sambil ke dorong lebih dalam sampai kontolku terjejal penuh dalam mulut Gina, Gina tidak memprotesnya malah semakin lahap memasukkan lebih dalam lagi kontolku ke dalam mulutnya, semua air liurnya membanjiri kontolku dan semakin kurasakan aku mau mengeluarkan spermaku..ake melenguh ke Gina,
Aku : sayang aku mau keluaaaaaar…terlalu nikmat rasanya berada dalam mulut hangatmu….
Gina : eeehhhhhhmmmm…..eeeehhhhhhmmmmmm…..(sambil terus mengulum kontolku)
Aaaaaaaaaakkkkhhhhhhhhh……….akhirnya aku muncrat di dalam mulut Gina, dicabutnya mulutnya dari kontolku, dan bibirnya di penuhi spermaku…aku berkata,

Aku : telen sayang spermaku…
Gina : gleeek…iiih rasanya asin- asin kentel ya say pejumu (sambil tersenyum)
Aku : enak kan nin…(kukecup dahinya)
Gina : iya baru kali ini kurasain peju say, yaaa kamu uda keluar, aku gimana ini uda ON banget nich ren (merengek manja)
Aku : tenang cantik sini aku buat kamu puas sayang….(sembari mempeloroti celana jeans dan celana dalam Gina)

Ku melihat seonggok daging kenyal nan indah dengan bulu jembut sedikit bekas cukuran gillete, benar- benar terpanah aku melihatnya masih dalam keadaan rapat dan memerahh di bagian belahan tengahnya…
Gina : ren jangan lihatin memekku kayak gitu aaah malu tau…
Langsung ku jejalkan lidahku menuju bongkahan yang berada di tengah selangkangan bidadari cantikku ini, sluuuuurp….sluuuuurp……ku sedot semua cairan memeknya, Gina hanya dapat mejambak rambutku dengan kenikmatan dalam desahannya aaaaahhhh…..eeeeehhhhmmmmm……aaaaaaaahhhhh…..reeeennn….eeeennn…nnnnaaaak banget saaaaaayyyy….aaaaaannnnggggg….semakin banyak kurasakan air yang mengalir dari dalam liang surgawi Gina kulumat…kujilat…kulahap semuanya…sampai Gina mengejang merapatkan kedua kakinya menhimpit kepalaku dan dari lubang kencingnya menyembur air dengar derasnya dan ia berteriak ren aaaa…kkkkkuuuuuu mau pipiiiiiiiiisssssss….Gina mengalami squirting, baru kali ini aku merasakan sensasi squirt dari seorang wanita…benar- benar menyembur air dari dalam lubang kencing Gina membasahi seluruh mukaku, dan kurasakan sedikit asin dan bau pesing di lidah serta penciumanku….Gina meraih wajahku dan berkata,

Gina : maaf sayang, ga biasanya aku keluar sambil pipis kayak gini aku benar- benar ga tahan dengan permainan lidahmu di memekku…aku merasa pengen pipis lagi ren..aku ke kamar mandi dulu ya….
Kutahan Gina untuk beranjak dari sofa, dan kukatakan,
Aku : Gina sayang kamu uda squirt campur pipis barusan di mukaku, sekarang kamu pipis benerannya disini aja biar aku minum..kata di internet minum peju dan kencing itu bikin awet muda…
Gina : enggak..aaah sayang kan jijik ren (sambil memegangi memeknya menahan kencing)
Kubuka kedua tangannya dan ku dongakkan kepalaku dekat sekali dengan memekknya,
Aku : pipisin aku nin, aku sayang banget sama kamu…

Gina sudah tidak tahan dan tidak bisa beranjak pergi ke kamar mandi karena kupeluk erat kedua pahanya secara terbuka…dan kencinglah Gina di hadapanku sekali lagi…namun kali ini benar- benar air kuning berbau pesing sepenuhnya yang mengucur ke mulut dan mukaku (bukan air bening seperti yang pertama tadi) aku menelannya banyak sekali sampai pada kucuran terakhir Gina mendekatkan bibirnya ke mulutku,
Gina : iiiih…..pesing banget pipisku ren, tapi kamu kayaknya suka banget meminumnya…kasih aku sedikit yang tersisa di mulutmu say, aku pengen juga ngerasain gimana rasanya…
Diciumnya mulutku penuh penasaran, sambil di transfer air kencingnya dari mulutku ke mulutnya, sedikit mual Gina merasakannya huueeekkk….uhuuukkk….uhuuuukkkk…. Gina terbautk, dan langsung kulumat bibir Gina menghabiskan sisa air kencing yang ada dimulutnya…dan kami kembali berciuman…

Kemudian ke balik badannya sehingga memunggungiku, dan ku buka pantatnya terlihat lubang anus Gina yang hitam dan berkerut, tidak terlalu lama ku lihati langsung kuciumi dan kujilati anus Gina sampai basah akibat liur dan bekas kencing yang ada di mulutku…ku lahap- lahap penuh dengan nafsu, anus Gina berbau sedikit busuk ketika lubang duburnya terbuka agar lebar akibat kocokkan lidahku,namun yang kurasakan bau busuk yang mungkin tempat kotoran berkumpul itu adalah aroma yang sangat menggiurkan bagiku…Gina hanya mampu mendesah dan mendesah keenakan dan meracau reeeen…kkaaa..mmuuu…be..nnaaarrr…be..nnnaaaarrrr…meeennn….cintaikuuu…yaaaa…..aaaahhhh….reeeeennnn…..
Kuhentikan permainan lidahku di lubang anus Gina, dan berkata.

Aku : iya sayang ini bukti besarnya cintaku kepadamu…aku rela kamu kencingi, kujilati lubang duburmu dengan dalam tanpa rasa jijik, karena aku sangat menyayangimu Gina….
Gina : he.em Renaldy sayangku, aku juga cinta kamu,aku juga cinta kamu ren, masukkin kontolmu ke anusku ren anal aku ren, biar aku bisa merasakan sensasi mimpimu sayang, aku ingin merasakan kontolmu di dalam anusku sayang…

Tanpa babibu…dengan penuh kenafsuan bercampur cinta terpendam kemasukkan perlahan kontolku ke dalam anus Gina, amat sangat sempit butuh beberapa kali untuk menghunjamkan kontolku kedalam anusnya, namun tanpa menyerah masukklah kontolku, kurasakan dinding- dinding anus Gina berkedut- kedut, Gina hanya bisa berbisik sakit kepadaku namun nikmat juga..Gina bingung dengan benda tumpul yang ia rasakan berada di dalam anusnya… ku coba untuk memaju mundurkan kontolku di dalam anus Gina, dan kurasakan mulai lembab dan berair di anusnya entah cairan apa itu, sudah mulai longgar kontolku maju mundur ku coba untuk mempercepat gerakanku..Gina hanya bisa kelabakkan menggeleng- gelengkan kepalanya..dan berkata- kata aaaaahhh….ooooouuuuccccchhhh…..aaaaaahhhhh….oooouuuuccccchhhhh…..ssssstttttt……aaaaaaaahhhhh….. mendengar Gina semakin memuncak nafsuku semakin kegenjot Gina kali ini dalam posisi doggy di ujung sofa, begitu indah dan nikmat kurasakan saat ini sampai merem melek aku dibuatnya, ketika nikmat ini akan mencapai puncaknya, tiba- tiba Gina mencabut kontolku dari anusnya, tersentak aku seketika…Gina berkata,

Gina : ren, jangan dikeluarin dulu genjot aku di memekku, memekku uda basah banget sayang, kentotin aku dari depan ren, cium aku penuh dengan cintamu sayang…

Kubalik badan Gina di kutelentankan di atas meja dean sofa kami bercinta, ku hujamkan kontolku ke dalam memek Gina, dan ternyata memek Gina tidak kalah nikmat dengan anus Gina, benar- benar hangat dan beccek memeknya kurasa, bau khas liang kewanitaannya tercium hingga keluar, ku permainkan memek Gina dengan RPM sedang, jleb…jleeeb…jleeeeeb….suara kedua kelamin kami beradu, kuciumi leher dan bibir Gina, kuberi tanda merah banyak pada dada dan payudaranya, tak terasa keringat kami mengucur memenuhi kedua tubuh kami, bau asam begitu melekat pada setiap centi tubuh kami..dan kembali suara Gina terdengar begitu keras aaaaaccccccchhhhhhhhhhhh……akuuuuuu…..kkkeeeeeee….llllluuuuuuaaaaaaaarrrrrrr…..reeeeeeennnnnn…..saaaaayyyyyyyyy…..kurasakan aliran deras mengucur kontolku di dalam memek Gina….aku pun tak bisa menahannya dan mencabut kontolku dari memekknya….kudekatkan kontolku ke wajah Gina…kukocok kontolku yang sudah basah akibat cairan squirt Gina yang kedua tadi, ku muntahkan semua pejuku ke muka Gina, pejuku muncrat ke bibir, pipi serta mata dan alis Gina, Gina hanya pasrah dalam kenikmatan menerima semua pejuku membanjiri wajah cantiknya..kujilat dan kucium seluruh wajanya yang dipenuhi spermaku, lalu kujejalkan ke dalam mulutnya kuciumi bibirnya dan kusuruh Gina menelannya, setelah itu aku pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil…
Namun tanpa kusangka Gina bangkit secepat mungkin menyusulku ke kamar mandi, aku yang sedang kencing berdiri di depan closed duduk, dari belakang langsung di angkatnya kaki kiriku di letakkan di ujung closed itu, sehingga posisiku sedikit membungkuk kontolku yang sedari tadi tak kupegangi mengeluarkan air kencing kemana- mana akibat perlakuan Gina, dan Gina dengan ganasnya menjilati anusku dari belakang dijilatnya habis- habisan anusku dengan air kencingku yang mengucur kemana- mana termasuk ke tubuh Gina karena Gina menjilati anusku dengan tubuh terduduk di lantai kamar mandi, kuarasakan sensasi luar biasa saat Gina me-rimjob anusku..setelah kencingku berhenti, Gina mencoba memasukkan jari tengahnya ke dalam anusku, di keluar masukkan jarinya di dalam anusku, aku hanya merasa lemas akan semua kenikmatan perlakuan Gina, hingga aku melenguh dan berkata,

Aku : nin, aaaakkkuuu…mau kencing lagi kkaaaallllaaaauuuu kamu gituin…
Gina : (dibaliknya badanku sehingga kontolku berada di depan mukannya) sini pipisin aku ren, aku pengen awet muda dengan minum air kencingmu…
Aku yang sudah tidak bisa menahan kencingku, mengalirlah air kencingku memenuhi seluruh mulut dan tubuh Gina…dan sekarang Gina meminum habis air kencingku itu…

Setelah tenagaku sedikit pulih akibat kelelahan kugendong Gina menuju bath up, dan kami mandi berdua saling menyabuni dan mengeramasi satu sama lain…
Setelah mandi dengan wangi kami membersihkan sofa yang tadi kami jadikan tempat bercinta, dan kemudian kami menuju kasur dan tidur saling berpelukan tanpa mengenakan sehelai benang pada tubuh kami berdua.
Keesokan paginya aku mencoba untuk mengantar Gina pulang namun Gina menolak, dan memilih untuk naik taxi dari hotel menuju kerumahnya, di samping taxi saat aku mengantarkannya ia berkata ,

Gina : ren makasih ya sayang atas cintamu selama ini yang udah kamu pertahanin buat aku, semoga kejadian semalem bisa menjadi sesuatu yang indah buat kamu, karena apa yang kita lakukan semalem adalah sesuatu yang ga akan bisa aku lupain dan aku sangat menikmatinya, sekali lagi terima kasih Renaldy sayang..ini aku kasih kamu nomer ponselku, tapi tolong kamu jangan hubungi aku sebelum aku yang hubungi kamu ya, aku mohon kamu bisa mengerti keadaanku (lalu Gina mengecup pipi kiriku)
Aku : (aku hanya bisa terdiam, sambil menitikkan air mata, entah ini ucapan perpisahan dari Gina atau ucapan selamat datang kembali kepada cintanya untukku???)
Sampai detik ini, Gina belum mengabariku sama sekali, aku tidak tahu bagaimana keadaannya dengan suaminya..aku mencoba untuk menelponnya lewat nomer ponsel yang ia berikan kepadaku, tapi selalu di reject.

About admin dua

Check Also

NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU

CERITA SEKS NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU   DOWNLOAD CERITA SEKS NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU …