Breaking News
Home / Cerita sex / Kesempatan Dalam Kesempitan di Gudang Sekolah

Kesempatan Dalam Kesempitan di Gudang Sekolah

CERITASEXABG|CERITA SEX – Nanda gadis yang cantik berumur 17 tahun. Wajahnya manis dan mengenakan kacamata dengan bingkai hitam. Kacamatanya menambah kesan manis di wajahnya. Orang Jepang menyebut “Megane”. Rambut panjang sebahu serta bodi yang aduhai cukup memanjakan mata. Seragam sekolah di era 2005 yang ia kenakan terlihat seksi. Kemeja putih ketat, rok abu2 pendek di atas lutut serta kaos kaki panjang menutup betis serta sepatu kets.

Kesempatan Dalam Kesempitan di Gudang Sekolah

Gadis itu duduk di bangku paling depan. Ia mencatat apa yg diterangkan oleh gurunya di papan tulis. Wajah innocent-nya tampak sayu. Ada suatu hal yang sedang dia pikirkan sepertinya.

“Nanda” panggil Pak Guru

Gadis itu masih tak terbangun dari lamunannya.

“Nanda!” Seru Pak Guru

“I… iya Pak” jawab gadis itu terbata

Pak Guru hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan siswinya. Nanda tidak menyimak pelajaran entah apa yang ada di benaknya.Gadis itu hanya bisa termenung d Jam istirahat.

“Manda. ada apa sih?” tanya teman sebangkunya

“Enggak. Nggak ada apa-apa kok” jawabnya dengan senyuman layu

Satu hal yang ada di pikirannya hanyalah buku harian itu.Sebuah pesan menghubungi lewat handphonenya. Pesan yang membuat hatinya berubah.

“Buku gue…” kata dia

Gadis imut itu cukup berprestasi di sekolah. Waktu kelas satu kemarin dia rangking satu. Sayangnya dia gadis yang dingin dengan sekitarnya. Dia tampak seperti kutu buku namun paras ayunya masih muncul dalam auranya. Sifat pendiam dan menjauhi pergaulan sosial menjadikan dia pribadi yang berbeda… Sungguh berbeda.

Semua tentang dia ada dalam buku dairy itu. Sayangnya Buku itu hilang entah kemana. Apakah buku itu terjatuh atau dicuri. Separuh dari apa yang terlihat pada dirinya ada di sana.Dering pesan itu menandakan berhentinya kecemasan dirinya.

“14.00 di gudang belakang sekolah” isi pesan itu

Setidaknya lamunan gadis itu mulai pudar.Sesuai apa yang ada dalam pesan tersebut. Gadis itu datang ke gudang belakang sekolah.Langkahnya lemah gemulai dengan keindahan paha di atas lutut di balik minimnya rok abu-abu yang ia kenakan. Dadanya membusung, dengan dua buah dada yang masih terbalut dengan kemeja berlambangkan “osis”.

Gadis itu pun tiba.

“Krieek” pintu terbuka

Gadis itu menoleh ke kanan kiri ke sudut ruangan.Tak ada seorang pun.

“Halo” sapa gadis itu

Sunyi sepi dan gelap.

“Krieeek… Jeglak” Pintu pun terkunci

Tiba-tiba sekelompok siswa laki-laki memasuki ruangan tersebut. Wajah mereka tidak terlihat asing.

“Halo manis” sapa mereka

Gadis itu merasakan tanda hal yang kurang bagus. Raut wajahnya mulai suram.

Para pemuda itu pun mulai mengelilingi gadis itu seraya menatap tubuh gadis itu dengan tatapan nafsu.
Paha, pinggul, dada, bibir yang indah gadis itu sungguh membangkitkan rasa.

“Balikin buku gue!” pinta gadis itu

Sayangnya mereka tidak menggubris.

“Pliss. Gue mohon” pintanya dengan nada memelas

Salah satu dari anak-anak itu mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Seringai dari wajahnya sembari membuka buku berwarna pink itu. Ukurannya hanya 8 Inchi.

“Oh Tyo… senyumanmu” baca anak itu

“Balikin!” sahut Nanda sambil meraih buku itu

Anak itu cukup lihai. Dia adalah Arlando. Salah satu siswa paling jahil. Rambutnya bergelombang tidak rapi, badannya ceking dengan kulitnya sawo kematangan. Rekan-rekannya adalah geng seberandalannya.

Mereka rata-rata bukan anak yang ganteng kayak boyband. Mereka tampak seperti anak dari desa. Sekolah pinggiran itu. Itu adalah sekolah buangan anak-anak yang tidak mampu secara akademis. Lalu bagaimana dengan gadis itu. Nanda adalah siswi terbaik di sana. Gadis pemalu… namun punya sebuah cerita di bukunya.

“Balikin!” Pinta Nanda lagi

Berkali-kali gadis itu meminta namun tak berdaya

“Oke. Gue balikin tapi dengan satu syarat” Ujar Arlando

Gadis itu tak mampu menahan linangan air matanya. Begitu cerobohnya ia menjatuhkan buku itu.

Ia lupa-lupa ingat. Saat itu ia tengah membaca buku di perpustakaan sekolah. Ia duduk di salah satu bangkunya dengan menyilangkan kakinya. Sedikit terbuka pangkal pahanya. Ketika Bel berbunyi ia meninggalkan buku dairy nya hingga jatuh ke tangan yang salah.Ke tangan para anak jahil itu.

Mereka berjanji akan mengembalikan buku itu. Buku itu berisi isi hati Nanda. Ia merasa jatuh hati dengan kakak kelasnya. Bramantyo sang anak basket. Ia memendam perasaannya begitu lama. Hanya buku itu yang sanggup mencurahkan isi hatinya. Sayangnya buku itu… Dia akan sangat malu jika buku itu diketahui oleh orang yang disukainya.

Hal ini lantas menjadi sebuah kesempatan Arlando dan geng nya untuk menjahili gadis itu.Satu persatu kancing dibuka. Alunan jari yang membuka seirama dengan isak tangis dan tetes air matanya.

“Hiks hiks” isaknya tak punya pilihan lain selain melakukan apa yang diperintahkan Arlando.

Dada gadis itu terbuka. Bra warna putih mulai menyambut seisi ruangan. Jarinya mulai menyusuri belakang rok abu-abunya untuk membuka kancing.

“klek… sruuuut” bunyi kancing dan resleting rok abu-abu pendeknya.

Perlahan ia tanggalkan kemeja putih serta rok abu-abu yang jatuh melambai ke lantai.

“Cukup! balikin buku gue hiks hiks” pintanya dengan isakan tangis

Teman-teman Arlando hanya bisa menelan ludah solah meneguk minuman bersoda. Buah dada yang masih terselip di dalam bra serta lipatan celana dalam yang meliuk searah dengan pinggulnya cukup menggoda. Bentuk segitiga CD-nya terelip indah diantara kedua pangkal pahanya.

“Gue bilang kan bugil” Kata Arlando

“Tapi…” ujar Nanda”

Rasanya gue pengen banget bisa jadi pacarnya” Arlando membaca buku dairy Nanda

“Ayo dong buka” sahut teman-teman Arlando

Gadis itu tak berdaya. Ia tak menyangka akan terdesak dalam situasi yang gila ini. Tangisannya semakin menjadi-jadi. Wajahnya menjadi pudar dengan taburan isak tangisnya.

Gadis itu berdiri menghadap tembok. Ketika ia menanggalkan pakaian dalamnya dia tidak ingin terlihat oleh remaja-remaja bengal seperti mereka. Ia hanya biasa pasrah. Kini hanya seutas kaos kaki serta sepatu kets yg ia kenakan. Diatas tak ada satu helai kain pun.

Nanda membalik badan seraya menutup dua butir puting susunya serta melebarkan telapak tangan untuk menutup liang kewanitaannya.

Wajahnya tampak memerah. Pakaiannya berserakan di lantai itu. Ia tak bisa berbuat apa-apa. Air matanya pun mulai reda karena ia berharap akan mendapatkan kembali buku Dairynya.

Arlando tampak tersenyum menggelora. Tubuh yang seksi Nanda dengan uraian rambut panjang di bahunya serta kaos kaki dan sepatu panjang yang masih tersisa membuat gadis itu cukup menggairahkan.

Namun… ia harus menepati janjinya.

“Nih” Arlando menyodorkan buku itu kepada Nanda dari jauh

Gadis itu ragu untuk meraihnya karena ia harus berjalan sedikit beberapa meter. Ia juga harus merelakan tubuhnya di ekspos teman-teman Arlando.

“Ayo sini” Ujar Arlando menyuruhnya untuk mengambil buku itu

Gadis itu tampak ragu-ragu hingga ia mulai menapakkan kakinya.

Ia tak kuasa menahan geliat pandangan mata teman-teman Arlando yang seolah ingin menjilati setiap inchi badannya. Ia berjalan dengan merapatkan silangan tangan kirinya pada kedua buah dada serta tangan kanan pada pangkal paha.

Ketika ia sampai, gadis itu harus rela melepaskan tangan kanannya pada pangkal pahanya. Namun pinggulnya sudah cukup terkespos diantara para pemuda yang tak tahan melihatnya.

Perlahan langkahnya terbata. Dengan cepat ia menyilangkan kaki serta mengayunkan tangan untuk meraih buku itu.

“Syuuut” hanya tangkapan kosong yang diraihnya

“Plisss balikin!” rengek gadis itu

“Ayo ambil” goda Arlando sambil mengalihkan buku dari tangkapan Nanda

“Pliss gue mohon” rengek gadis itu sembari terus meraih buku itu.

Arlando terus menghindari ayunan tangan Nanda untuk mengambil buku itu. Hingga saking kesalnya Nanda tidak peduli pada kedua buah dadanya dan mengayunkan kedua telepak tangannya seolah menepuk nyamuk.

Sayangnya Arlando cukup lihai. Buku itu tak terambil namun puting susu Nanda malah disentil olah Arlando.

“Awww” pekik gadia itu sembari menyilangkan kedua tangannya. Ia tak menyangka Arlando bakal melecehkan dirinya.

“Hahahahaha” teman-teman Arlando mulai mengelilingi Nanda.

Mereka seakan ingin menerkam Mangsa. Gadis itu hanya bisa merapatkan kedua tangan pada bagian sensitif kewanitaannya. melihat gelagat dari anak-anak itu dia merasa terancam.

Nanda hanya bisa mencoba mencari celah untuk melarikan diri. Ia berputar kesetiap sudut karena teman-teman Arlando akan menerkamnya. Namun seseorang mengalungkan kedua tangannya di atas pundak gadis itu.

“Oke. kita buat suatu permainan” Ujar Arlando

“Enggak!” teriak gadis itu

Di luar hujan mengguyur deras. Gudang itu telah amat sunyi. Tak ada orang yang melintas. Pekikan Nanda tidak akan terdengar dari luar.

Gadis itu dengan langkah sempoyongan berusaha meraih buku yang dibawa salah satu teman Arlando. Berkali-kali ia menyahut tapi tak mampu juga. Ia seakan dipermainkan oleh merek. Ketika buku itu dilempar ke anak yang lain Nanda harus menerima akibatnya.

“Hap” Nanda berusaha menangkap tapi gagal

Buku telah berpindah ke anak yang lain. Ia pun segera menuju ke arah anak yang membawa buku. Saat ia hendak berlari pergelangan tangannya ditarik oleh anak yang tadi.

“Mau ke mana? Gue belum selesai” ujarnya sambil menarik dagu Nanda

Anak itu lantas mencumbu gadis itu. Gadis itu tak berdaya hanya bisa menhentakkan kakinya. Tangannya berusaha mendorong tapi itu konskuensi yang diambilnya.

Permainan kucing-kucingan itu harus ia menangkan. Jika ia gagal mengambil buku yang dibawa teman-teman Arlando maka ia harus mendapatkan hukumab baik itu dicumbu, dijamah maupun disetubuhi.

Berkali-kali ia mencoba tetap gagal. Ketika buku dibawa oleh salah satu anak yang badannya tinggi. Ia terpaksa melompat untuk mengambilnya. Ia mencoba meraih dengan satu tangan tapi susah. Saat ia melompat ia lupa kalau pangkal pahanya terbuka.

“Aaawwwhhhh” desah gadis itu ketika vaginanya disentuh

Ia berusaha terus meraih buku itu. Ia tidak peduli lagi pada kedua buah dadanya. Saat ia melompat buah dadanya bergelungan. Melihat pemandangan itu tak tahan teman Arlando melemlarkan buku itu lagi. Ia pun bebas menghukum Nanda dengan mennyeruput puting susu payudara Nanda.

“Sluurrrrp” Suara seruputan itu

“Uwwmmhhhhh” Desah Nanda lagi

Nanda banyak mendaapatkan hukuman. Mulai dari dipelintir putingnya hingga cumbuan serta sogokan tepat di lubang vaginanya.

“Ammmmhhhhhh” desahnya ketika puting susunya dipilin-pilin oleh anak yang merangkulnya dari belakang.

“Hahahaha” ayo Nanda nikmatin

“Ammhhhhh enggak! Aaaaah!” Pekiknya karena vaginanya juga dijamah.

Gadis itu tak tahan dengan rangsangan-rangsangan pada bagian sensitif kewanitaannya.

Gadis itu pun lunglai terseok di atas lantai gudang yang berdebu itu.

Arlando yang sejak tadi sudah siap mengeluarkan senjata pamungkas dibalik celananya langsung mendorong Nanda hingga rebah di lantai.

“Tolooong! Jangaaan!” pekik gadis itu

Batang kemaluan Arlando mulai mencoba menyisir sela-sela pangkal paha gadis itu. Nanda berupaya merapatkan kaki namun Arlando sudah berada di tengah-tengah selangkangannya.

Teriakan Nanda serta isak tangisnya beradu dengan gemuruh guntur saat hujan mengguyur lingkungan sekolah itu.

Arlando mencoba menghujamkan batang kemaluannya.

“Heeekk” pejannya

“Tidaaaaaaak Jangaaaaaan!” pekik gadis itu

Perlahan tapi pasti batang kemaluan Arlando mulai memompa. Darah perawan mulai mengalir di sekitar bibir vagina Nanda serta tepian penia Arlando.

“Arlando sakit uhuhuhuhu” tangis Nanda

Arlando memang merasakan kenikmatan namun Nanda merasakan pilunya sayatan keperjakaan Arlando. Rasanya vaginyanya seperti disayat-sayat. Namun tidak dipingkiri juga kenikmatan mulai terasa dikala cairan orgasme mulai membanjiri liang vaginanya.

“Aaaaamhhhh aaaaaammmhhh” desahnya

Gadis itu tak berdaya. Air mata mengalir di sudut matanya. Kacamata yang ia kenakan tampak berkilau pelangi biasan embun air matanya.

Teman-teman Arlando tak bisa dia menunggu. Mereka juga tak sabar mencicipi ranumnya dua buah dada Nanda.

“Aaaaaaaaahhhh, Ummmmmhhh” desahnya karena Vagina dan puting susunya dimainkan.

“Sluuurrrpp sluurrrp” teman2 Arlando menikmati dua pucuk puting susu dan payu dara kenyal itu.

” Haaaah haaaah” Arlando tak kalah garang
mengeluarkan tenaganya untuk menyetubuhi gadis itu.

“Aaaaah aaaaaah” Nanda menggeleng-gelengkan kepalanya sembari mendesah

Persetubuhan itu mencapai puncaknya. Arlando pun segera mencabut batang kemaluannya lalu mengarahkan pada paras cantik gadis itu.

“Crooottt” cairan putih kental menyembur

Cairan itu tepat mengenai pipi serta sedikit pada lensa kacamata gadis itu.

Pandangannya suram karena cairan putih kentak itu menutupi kacamatanya. Namun ia tak bisa berbuat apa-apa. Badannya lemas tak berdaya. Ia hanya menunggu giliran teman-teman Arlando untuk menghabiskan hidangan penutupnya.

About admin

Check Also

NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU

CERITA SEKS NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU   DOWNLOAD CERITA SEKS NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU …