Home / Cerita sex / Nikmatnya Kocokan Pacar ku Mei….

Nikmatnya Kocokan Pacar ku Mei….

CERITASEXABG | CERITA SEX – Sebut saja namaku dedek, cerita ini adalah kenyataan tentang perjalanan asmaraku yang terjadi kurang lebih setahun yang lalu saat aku masih duduk di bangku kuliah tingkat akhir.

Nikmatnya Kocok Pacar ku Mei....
Aku mengenal mei, juniorku di kampus melalui teman akrabnya. Awalnya aku tidak pernah memperhatikan gadis ini, namun ketika temannya menceritakan bahwa mei menaruh rasa kepadaku, barulah aku menaruh perhatian kepadanya. PDKT singkat aku lakukan karena tentunya sudah bisa ditebak ujung dari proses ini, ya. Akhirnya aku bisa menjadikan mei pacarku. mei gadis imut dedekngan porsi badan yang proporsional. Tidak terlalu tinggi, kulit putih, rambut lurus sebahu, dan memiliki wajah yang sedikit oriental, walaupun tidak ada darah keturunan, akunya. Setelah memperhatikan secara seksama dan sembunyi-sembunyi tentunya, mei memiliki payudara yang lumayan gededek, pas dedekngan ukuran badannya menambah poin plus untuk ke-imutanya. Bukan hanya wajah yang imut dan body yang ok, tapi yang membuat aku perlahan semakin sayang adalah sikapnya yang sangat terbuka dan selalu ceria. Sehingga bisa membuatku nyaman dalam kondisi apapun.
Singkatnya tak terasa sudah hampir satu tahun kami pacaran. Selama itu aktivitas pacaran kami hanya nonton, jalan-jalan, dan wisata kuliner (Hobi kami sama= makan!) memang selama itu aku maupun mei tidak pernah pacaran dirumah, karena kami sama-sama pacaran backstreet. Mungkin karena itu juga jadi kami tidak pernah melakukan hal yang “macam-macam”. Namun suatu hari saat “ itu” akhirnya datang juga.
Waktu itu ada event dikampusku, dimana kami jadi panitia acara. Saat terakhir event setelah rapat evaluasi aku melepaskan lelah dedekngan berbaring di bangku taman di kampusku. Saat itu hari sudah larut malam. Tak lama mei menghampiriku, “ say, kamu bisa nganterin aku pulang nggak? Kalo nggak juga nggak apa-apa. entar aku pulang bareng Lia dan Dita”,
“ Bisa kok, tapi sebentar ya.. aku rebahan dulu, capek banget nih..” ujarku. mei duduk disamping kepalaku sambil mengelus-elus rambutku, “ yaudah.. kepala kamu dipaha aku aja sini..” aku pun mengikuti kata mei. Lalu, entah karena apa, tiba-tiba mei mencium keningku. jujur aku kaget, tapi seneng juga..hehehe. tak lama setelah lelahku sedikit berkurang aku kemudian duduk disampingnya, dan mencium pipinya. “ ih, kamu nakal nih” ujar mei
“ Loh, kan tadi kamu duluan yang mulai..” kilahku..
“em..emang kenapa? Enggak boleh?” katanya manja..
“ Boleh kok, sering-sering juga boleh..hehehe”
Malam itupun kami pulang dedekngan memendam rasa masing-masing.
Setelah kejadian malam itu, aktifitas pacaran kami jadi lebih berani. Terutama saat nonton aku sering menciumnya, namun baru di pipi, Begitupun mei. Namun didalam hati aku bertekad ingin bisa mencium bibirnya yang imut itu. Ketika ada kesempatan aku beranikan diri untuk mengecup bibirnya. Ia terdiam, namun tersenyum.
“kamu marah ya?” tanyaku,
“nggak kok, aku malahan seneng..”
“ kok seneng?”
“ih..masa harus dijelasin sih?!” ujarnya dedekngan manja.
Wah..tanda-tanda bisa dilanjutkan nih, kataku dalam hati. Kemudian kukecup lagi bibirnya, namun sedikit lama, tak lama kemudian mei bereaksi. Perlahan ia membuka mulutnya, aku yang merasakan perubahan ini perlahan mulai memainkan ujung lidahku di bibirnya. Ia merespon. Dan tak butuh waktu lama bagi kami untuk tenggelam dalam ciuman bagai di film-film barat itu.
Ciuman itu adalah gerbangku untuk melanjutkan ketahap-tahap berikutnya. Kesempatan nonton berikutnya sambil berciuman aku memberanikan diri menempelkan tangan kananku di bagian bawah payudaranya. Entah ia tidak menyadarinya, atau ia menikmatinya, mei tetap sibuk memainkan lidahnya beradu dedekngan lidahku. Karena tak ada reaksi penolakan, kuberanikan untuk benar-benar memegang payudaranya. mei melepaskan ciumannya. Ia terdiam sesaat sambil melihatku.
“ eh, maaf. Aku nggak kontrol” ujarku
“kamu penasaran ya dedekngan ini?” katanya sambil mengarahkan pandangannya ke payudaranya yang begitu sintal, karena saat itu dia mengenakan t-shirt yang lumayan memperlihatkan keindahan gunung itu. “ iya. Boleh?” tanyaku pelan.
mei tak menjawab, namun langsung melumat bibirku dedekngan lebih ganas dan ini ku artikan sebagai jawaban “ya”. Selanjutnya kamipun semakin tenggelam. Aku sudah tidak memperdulikan sekitarku bahkan jalan cerita film pun aku sudah nggak tahu. dedekngan ganasnya mei melumat bibirku. Lidahnyapun seperti ingin menjelajahi ruang dimulutku. Akupun tak mau kalah, kadang-kadang kuhisap lidahnya dan kugigit pelan bibirnya yang mungil itu. Tanganku pun perlahan dan dedekngan lembut meremas payudara mei. Walau masih dibungkus dedekngan t-shirtnya, tapi dapat kurasakan susu mei perlahan mengeras. Nafas kami sudah semakin memburu, ini saatnya aku lebih memancing birahinya.
Kulepas bibir mei, kemudia kuciumi lehernya yang harum, dan terus naik hingga daun telinganya pun tak luput dari sapuan lidahku. mei menggelinjang. “uff..ah..sayang, gelii..” lenguh mei sambil memegang kepalaku
“ enakkan sayang.. nikmatin aja” bisikku ditelinganya sambil kujilati lubang telinganya.
“sayang, aku boleh pegang puting susu kamu nggak?” aku berbisik pelan ditelinganya
“ Em..boleh sayang, tapi lewat bawah ya, pelan-pelan bajunya jangan di angkat nanti diliat orang” ujarnya sambil menahan geli
Perlahan kumasukkan tanganku lewat bawah t-shirtnya. Sambil kuelus-elus perut mulusnya. Akhirnya sampailah dibawah susunya yang masih terbungkus BH. Perlahan kuangkat BH-nya hingga susunya kurasakan menyembul keluar, dan segera ku temukan putingnya yang telah mengeras.
“ah..uff..ah…” mei semakin tak kuasa menaha rintihan, untungnya saat itu kami ada di bangku pojok bagian paling atas. Dan saat itu sepi penonton. dedekretan kami hanya kami dan sisanya di dedekretan bawah, mungkin mei sudah memperhatikan itu sehingga ia tidak ragu untuk mengeluarkan rintihannya yang membuatku semakin menggila.
Puas dedekngan leher dan telinganya kembali kulumat bibirnya. mei pun semakin ganas, kedua tangannya memeluk leherku, dan dadanya semakin dibusungkan kearahku. Posisiku yang sambil memeluknya, dimana tangan kiriku memeluk pinggangnya membuat hanya tangan kananku yang bebas bergerilya di dua gunung kembar itu.
“ emm..oh..sayang putingnya lagi dong..” pinta mei saat aku sejenak terbawa suasana sehingga hanya meremas-remas susunya saja.
“ok sayang.. puting kamu keras banget siih.. jadi pengen mimik nih” pancingku manja
“ ah..susah disini sayang..”
“ iya sih..” padahal aku sudah sangat ingin melumat putingnya yang sudah sangat keras itu.
Tiba-tiba aku merasakan tangan mei sudah ada di pahaku sambil meremas-remas pelan. Lalu kubimbing mendedekkati senjataku. Kudiamkan, aku ingin melihat reaksinya. Pelan tapi pasti ia menaikkan tangannya hingga tepat diatas kemaluanku.
“eh, udah sampe nih” candaku..
“ ih..kamu apa sih..” katanya malu, sambil meremas tititku..
“aww.. sakit sayang, pelan-pelan dong” ujarku
“aku baru pertama loh pegang ini”
“pegang apa? resleting?” tanyaku pura-pura bego
“ih! Kamu nih.”
“ ya kalo mau pegang jangan tanggung dong.. masukin aja.” Pintaku..
mei memberanikan dirinya membuka resleting jeansku, aku membantunya dedekngan mengendorkan ikat pinggangku dan membuka kancing jeansku.
“ boleh dibuka nggak?”tanya mei sambil mengelus-elus CD ku..
“boleh, tapi jangan kaget ya..hehehe”
Kemudian tangan kiri mei membuka CD ku dan menahannya. Awalnya terlihat mei sedikit malu dan kaget. “ gededek trus panjang ya sayang punya kamu..”
“yaudah mainin aja” melihat mei yang polos, nafsuku semakin memuncak.
Kuajari tangannya mengocok tititku. Awalnya sedikit sakit, karena mei sangat kuat mengenggam tititku. Tapi setelah dia menemukan feel-nya, kenikmatan pun segera menyergapku.
Tangan kananku yang tadi berhentipun melanjutkan aksinya. Lama-lama mei semakin mempercepat kocokannya, bahkan dia sudah mengkombinasikan dedekngan berbagai gerakan tangan yang semakin membuatku merem melek. Akupun semakin gila meremas, dan memilin-milin puting susunya.
“aww..uh..ohh..sayang enak ya..” rintih mei ditelingaku
“em..ah..iya sayang..terus gitu sayang..enak banget” balasku yang sudah tak kuasa menahan gejolak nafsu..
Aku semakin menggeser dudukku kearah mei sehingga tangan kiriku bisa mencapai pahanya. Kemudian kuelus-elus pahanya. Kadang juga kuelus pantatnya dan kuremas.
Kocokan mei yang semakin brutal, membuat tititku bergerak kasana kemari mengikuti ayunan kocokkan tangan mei. Karena jeansku agak ketat tititku jadi tidak leluasa menikmatinya, lagipula aku ingin juga merasakn bijiku diremas mei. Maka, kulepas remasanku disusu mei, dan kubuka lebih kebawah CD ku dan kutahan. mei mengerti, tangan kirinya yang tadi digunakan untuk menahan CD ku beralih fungsi dedekngan meremas bijiku yang gundul, karena aku rajin mencukur rambut kemaluan, mengikuti sunah nabi..hehehe. Tak hanya sampai disitu, tangan kiri mei pun kemudian turun kebawah, sepertinya ia ingin menjelajahi selangkanganku, dan sampailah jarinya di anusku.
“ahh..mei..enak banget disitu..” ujarku
mei rupanya meniruku tadi, ia menciumi leher dan telingaku. Kemudian tangan kanannya masih setia mengocok tititku. Dan tangan kirinya sesekali meremas bijiku dan jari tengahnya menekan-nekan anusku..lama kelamaan jari tengahnya sedikit dedekmi sedikit dimasukkan kelubang anusku. Gila nih cewek pikirku. Kalo udah nafsu gini nggak kenal kata jijik lagi..
dedekngan perlakuan seperti itu tak lam akhirnya akupun memuntahkan kenikmatanku. Bagitu nikmat, melebihi onani yang biasa aku lakukan..hehehe
Spermaku tumpah ditangan mei, ia berhenti sejenak, kemudian melanjutkan kocokannya.
“eh, udah dulu sayang. Udah keluar nih..”
“emang kenapa kalo keluar? Ini sperma ya?” katanya sambil memperhatika tangannya yang berlumuran spermaku.
“Geli sayang.. yang ada juga nanti sakit. Iya itu sperma..rasain aja. Buat obat awet muda” ujarku bercanda
Diciumnya spermaku, “ ih..baunya aneh ah..”
“yaudah dibersihin aja.”
Sambil dia membersihkan tangannya akupun merapikan kembali jeansku..
“ sayang makasih ya..” kataku sambil mencium pipinya
“kok makasih?”
“ya makasiih aja..hehehe”
“ sayang tapi aku juga aneh dedekh..kok CD aku juga basah banget ya? Tadi tuh kayak ada yang keluar gitu dedekh..apa aku dapet ya? Tapi minggu kemaren kan aku baru beres dapetnya?”
Mendedekngar itu aku tertawa kecil..
“hehehe..sayang itu bukan dapet. Itu artinya kamu lagi horny, terangsang. Jadi itu kamu keluar kayak lendir gitu..” aku menjelaskan..
“oo gitu ya.. tapi tadi seru loh.. aku suka..hehehe” ujarnya manja sambil memelukku.
Terlintas idedek dalam benakku untuk mencoba ketahap berikutnya.
“sayang lain kali kita kehotel yuk, jadi lebih bebas..” sedikit khawatir sebenarnya aku mengatakkannya
“em..jangan hotel disini ah, di puncak aja jadi jauh nggak takut diliat temen –temen”
“kamu mau?” tanyaku dedekngan menahan kegembiraan
“iya, tapi aku nggak mau sampai jebol. Aku mau tetep virgin ya..”
“ok sayang.. yang penting kamu enak, aku enak udah cukup kok..” kataku senang
Dan akhirnya filmpun selesai, sambil bergandedekngan keluar bioskop kami merencanakan kapan akan kehotel..

About admin dua

Check Also

NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU

CERITA SEKS NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU   DOWNLOAD CERITA SEKS NGENTOT DENGAN ANAK GADIS BOSS KU …